Menangani perkara hukum Perceraian Gono Gini Hak Asuh Anak Waris Perdata Tipikor di PA / PN seluruh Jawa Tengah dan Indonesia

Profesionalisme

Istilah "profesionalisme" kerap kali mengedepan menjadi sebuah tuntutan masa depan. Seorang profesional tentu akan lebih dihargai ketimbang yang amatir. Penghargaan ini, memang bukan hanya diukur dengan gaji atau pendapatan, namun pandangan orang-orang pun relatif lebih memberi penghormatan yang tinggi kepada para profesional. Di sisi yang lain, seorang profesional senantiasa akan selalu dicari dan diperlukan. Sebut saja seorang dokter atau pengacara. Orang yang sakit pasti akan mencari dokter. Orang yang terlibat kasus hukum, tentu akan mencari penasehat hukum. Seorang dokter atau seorang pengacara adalah sosok profesional yang dalam menjalankan pekerjaan nya, senantiasa akan berbasis pada pofesionalisme yang dimiliki nya.

Bila kita cermati fenomena kehidupan yang tengah berlangsung, beberapa bidang kerja, sudah tidak mungkin lagi di garap secara amatiran. Apalagi jika dilakukan ala kadar nya. Dalam dunia kerja, profesionalisme betul-betul dibutuhkan. Terlebih-lebih kalau hal ini kita kaitkan dengan lahir nya konsep"tekhno struktur" dalam kehidupan bernegara, berbangsa dan bermasyarakat. Pembangunan yang kini ditempuh, sangat tidak mungkin bakal mencapai sasaran, sekira nya tidak ditopang oleh para profesional di bidang nya. Itu sebab nya, mengapa banyak bangsa dan negara yang memberi kesempatan kepada warga bangsa nya untuk menuntut ilmu setinggi-tinggi nya agar mereka mampu tumbuh dan berkembang menjadi para profesional.

Banyak pandangan terhadap profesionalisme. Salah satu nya ada yang memak'nai bahwa seorang profesional adalah mereka yang bekerja berdasarkan keahlian yg dimilikinya sesuai dengan norma keahlian dan keilmuaan serta menjunjung nilai-nilai moral dan integritas diri yang tinggi. Ada juga yang berpendapat bahwa profesionalisme senantiasa akan dikaitkan dengan masalah kapasitas intelektual seseorang, masalah standar kerja dan masalah standar moral dan etika. Disamping itu, yang disebut profesional haruslah diraih dengan upaya yang serius dan berbasis pada kompetensi tertentu.Profesionalsme bukan barang dagangan. profesionalisme akan selalu terkait dengan komitmen seseorang terhadap profesi yang ditekuni nya.

Profesionalisme tentu harus dilengkapi dengan ada nya sebuah kode etik. Seorang profesional mesti nya memahami benar profesi yang disandang nya. Seorang profesional tidak akan gegabah menggunakan keahlian nya. Diri nya pasti akan menjaga dan memelihara apa yang menjadi keahlian nya. Dalam kalimat yang lebih tegas, hanya para profesional yang menghayati profesi yang digeluti nya dan menjaga etik serta nilai moral yang melandasi nya lah, yang akhirnya bakal mengejawantahkan profesionalisme.

Entri Populer