Menangani perkara hukum Perceraian Gono Gini Hak Asuh Anak Waris Perdata Tipikor di PA / PN seluruh Jawa Tengah dan Indonesia

Mengapa Bercerai

Permasalahan terbanyak tertundanya keinginan untuk bercerai adalah karena pertimbangan anak. Seorang istri atau suami lebih banyak mengalahkan perasaan dan sakit hatinya semata-mata karena anak dan masa depannya. Tetapi sebuah rumah tangga ketika didalmanya sudah tidak ada lagi keharmonisan, cinta, rasa hormat dan lebih banyak pelampiasan dan keburukan-keburukan, terutama yang berimbas pada kebahagian fisik maupun psikis, ibaratnya api yang menempel di dada, menyakitkan.

            Dapatlah kita mahfumi bahwa berkeluarga sebagai bentuk ibadah manusia pada penciptanya semata-mata untuk mencari ridhlo. Tetapi jiwa dan raga kita memiliki hukumnya sendiri, bahwa badan akan terasa sakit ketika dicubit, hati dan perasaan bisa terasa miris, pedih dan merana karena suatu sebab tertentu. bukankah ibadah tidak harus dengan kepedihan dan bukankah kita bisa juga beribadah dalam kebahagiaan? Demikian pula dalam rumah tangga, mengapa tidak keduanya kita peroleh, kebahagiaan dan juga ibadah?

            Kebahagian tidaklah dapat diartikan sebagai kebebasan berekspresi tanpa batas. Semua hal memiliki batas dan koridor yang harus kita hargai dan sebisa mungkin tidak kita langgar. Menurut Aristoteles keadilan tertinggi adalah ketidakadilan tertinggi bagi yang lain. Demikian pula kebebasan bertindak seseorang terbatasi oleh kebebasan bertindak seseorang yang lain. Akan sangat ideal jika kita bisa menyeimbangkan keduanya.

            Semua hal tergantung pada keberanian kita bersikap dan mengambil keputusan. Tidak ada hal yang tidak memiliki resiko, setiap pilihan selalu ada konsekuensi tertentunya. Keyakinan dan kepercayaan diri akan menjadi hal yang utama disamping keterbukaan pada segala informasi dan kemungkinan. demikian pula ketika kita hendak memutuskan untuk bercerai atau tidak.

            Hukum sebagai sarana untuk mencapai tujuan yang diinginkan semestinya dipahami dengan baik oleh kita semua. Ada hak-hak tertentu yang kita miliki, ada tata cara tertentu yang harus dipahami dan ada akibat-akibat tertentu yang dijamin secara pasti oleh hukum. Seringkali seseorang tidak tahu implikasi dari perbuatan-perbuatan yang dilakukannya dan tidak tahu bagaimana mempertahankan haknya. Tidak ada salahnya bagi kita untuk mencari tahu dan mencoba berkonsultasi dengan ahlinya sebelum kita melakukan suatu tindakan hukum. Tidak jarang juga seseorang tidak memahami dan tidak mengetahui bahwa apa yang dilakukannya masuk dalam ranah hukum dan memiliki suaatu akibat hukum.

            Advokat adalah ahli di bidang hukum yang dapat membantu mengarahkan, memberikan strategi dan membimbing untuk dapat berjalan dalam koridor hukum yang baik dan aman. Konsultasikanlah untuk meyakinkan bahwa apa yang kita lakukan tidak menimbulkan akibat hukum tertentu yang nantinya dapat menjerat dan merepotkan kita sendiri.

Entri Populer